Klaten – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Klaten menggelar Seminar Sehari dengan tajuk ‘Meta Stakeholder Filantropi Sosial Dalam Memperkuat Pelayanan LKS pada Kamis (3/9/2026) di aula LKSA Putri Aisyiyah Ngawen.  Seminar ini bertujuan untuk mengintegrasikan program aksi sosial yang terfragmentasi (terpisah-pisah) ke dalam satu ekosistem kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Seminar sehari yang dibuka Ketua Pokja Rehabilitasi Sosial Anak Lanjut Usia dan Penyandang disabilitas Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB,  (DisosP3APPKB) Klaten, Auli Septa Arini ini menghadirkan narasumber tunggal, Zaenal Abidin, Sekretaris BP Lazismu PWM Jawa Timur.

Sekretaris LKKS Klaten, Syuhadak Irhami mengatakan, kegiatan ini diikuti perwakilan pegurus dari 20 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) binaan LKKS Klaten, para peserta akan mendapatkan materi  terkait pemetaan stakeholder untuk meningkatkan Filantropi sosial guna meningkatkan pelayanan sosial dari masing-masing LKS.

“Seminar ini merupakan program kerja LKKS Klaten, tujuan utamanya  untuk membantu para pengurus LKS dalam melakukan kegiatan fundraising (penghimpunan dana dan sumberdaya lain), guna meningkatkan layanan sosial masing masing LKS di kota bersinar”,kataya.

Mengawali pemamparannya, Zaenal Abidin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terkait  bagaimana merancang ekosistem dan ketahanan Lembaga Kesejahteraan Sosial melalui pendekatan meta stakeholder dengan mengubah paradigma lama menjadi paradigma global, dimana LKS ditempatkan sebagai Lembaga penengah, dengan mengerahkan seluruh kemampuan sumberdaya yang ada diharapkan LKS memperkuat fokus layanan sosial yang) ada dengan target terciptanya kemandirian anak asuh , penerima manfaat atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

“Nah membangun ekosistem dengan pendekatan meta stakeholder ini juga harus dibarengi dengan upaya mengatasi persoalan klasik dalam LKS seperti kelembagaan yang stagnan, krisis SDM professional, layanan konvensional hingga persoalan finansial rentan”,ucapnya.

Dijelaskan, membangun ketahanan LKS melkalui pendekatan meta stakeholder ini dilakukan dengan melakukan evolusi relasi tidak lagi dengan cara lama tetapi dengan kekuatan meta stakeholder yang menyasar pada aktor pembentuk aturan, peningkatan kepercayaan masyarakat dari masing masing LKS, arus sumberdaya, pendekatan juga sampai pada tingkat aktor utama seperti regulator (pembuat aturan)media, platform digital serta akademisi.

“Untuk pola pendekatannya  yang dahulu reaktif sekarang dengan meta stakeholder harus lebih proaktif, memperkuat jaringan yang dimiliki masing masing LKS di Kabupaten Klaten”,jelasnya.

Sementara itu Ketua Pokja Rehabilitasi Sosial Anak Lanjut Usia dan Penyandang disabilitas Bidang Rehabilitasi Sosial,DisosP3APPKB Klaten, Auli Septa Arini  berharap kegiatan ini dapat memeberikan dampak bagi para peserta dalam hal ini pengurus LKS di Klaten guna meningkatkan pelayanan sosialnya. (nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here