Sleman – Bhinneka Tunggal Ika  yang bermakna Berbeda-beda tetapi tetap satu jua adalah semboyan negara Indonesia yang bermakna pengakuan atas keberagaman suku, agama, ras, dan budaya sebagai kekayaan bangsa, sekaligus komitmen untuk tetap bersatu dalam NKRI.

Hal tersebut disampaikan GM. Totok Hedi Santosa, Anggota MPR RI, sebagai nara sumber dalam sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, UUD-1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika di Ruang Pertemuan Padepokan Sekar Djagat, Mutihan, Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman,  Selasa (10/2/2026)pagi.

Dihadapan tak kurang dari 150 peserta, Totok Hedi menyebut jika Konsep dasar integrasi nasional berlandaskan semboyan ini adalah menyatukan kemajemukan melalui toleransi, keadilan, dan kesetaraan untuk mencapai keharmonisan.

“Intgerasi nasional ini adalah proses berbagai kelompok sosial budaya dalam satu wilayah, membentuk identitas nasional dan Bhineka Tunggal Ika berfungsi sebagai perekat bangsa yang mencegah disintegrasi, memastikan perbedaan menjadi kekuatan bukan kelemahan”,katanya.

Dijelaskan, bangsa Indonesia yang multicultural ini tentu sangat berpotensi adanya konflik atau perpecahan. Gesekan antar agama, suku dan ras sangat memungklinkan terjadi jika tidak dilakukan pembinaan atau proses integrase melalui semboyan Bhineka Tunggal Ika.

“Didalam proses integrasi sendiri terdapat beberapa komponen seperti toleransi yang merupakan penanaman sikap menghargai atas perbedaan, Keadilan Sosial: Pembangunan yang merata (inklusif) di seluruh daerah untuk mencegah kecemburuan sosial. Sikap Patriotisme Menjunjung tinggi persatuan di atas kepentingan pribadi atau kelompok”,jelasnya.

Totok Hedi menyebut jika komponen dalam proses integrase nasional tersebut dapat berjalan dengan baik karena Tujuan utama integrasi nasional adalah menyatukan berbagai kelompok sosial, budaya, etnis, dan agama yang beragam di Indonesia untuk membentuk kesatuan utuh berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini bertujuan memperkuat persatuan, menciptakan stabilitas negara, membangun identitas nasional, meminimalisir konflik, serta mendorong pembangunan yang merata. (Nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here