Sieradmu.com Klaten – Ditengah berbagai persoalan yang sedang menghimpit para tenaga pendidik , Ribuan guru dari berbagai jenjang pendidikan mendapatkan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan dari International Certified Coach Entrepreneur, Owner Teacher Preneur Nusantara, Syafii Efendi, MM, sebagai pembicara utama dalam Seminar Nasional Great How to Be Teacher di Gedung Sunan Pandanaran Klaten.
Seminar yang mengusung tema “Pengajar Belum Tentu Mengajar, tetapi Mampu Menginspirasi” ini diselenggarakan Teacher Preneur Nusantara bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Klaten, Kementrian Agama, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Majelis Dikdasmen PNF dan Pemuda Muhammadiyah. Seminar dibuka Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Seminar ini tidak hanya menjadi ajang pemenuhan kewajiban administratif, melainkan juga ruang refleksi dan penguatan peran strategis guru dalam pembangunan sumber daya manusia.
Seminar tersebut menghadirkan International Certified Coach Entrepreneur, Syafii Efendi, MM, sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Syafii menyoroti dua persoalan mendasar yang masih dihadapi para guru, yakni kesejahteraan ekonomi dan penguatan kapabilitas diri.
“Gaji guru honorer yang masih sangat memprihatinkan dan tidak relevan dengan kebutuhan hidup, belum lagi regulasi yang sepenuhnya belum berpihak kepada mereka menjadikan kami ikut bergerak, berkontribusi melalui program “Great How to Be Teacher”, kata Syafii Efendi, Rabu (14/1/2026).

Program Pelatihan Great Teacher yang dilaksanakan road show di beberapa kota termasuk di Kabupaten Klaten ini menurutnya fokus pada dua hal yakni kapabilitas sebagai guru dan keuaangannya sebagai entrepreneur. Artinya para guru agar tidak hanya bergantung pada gaji pokok. Menurutnya, guru perlu mulai melihat peluang di bidang kewirausahaan tanpa meninggalkan profesi utamanya sebagai pendidik.
“Kewirausahaan bukan sekadar pekerjaan tambahan, tetapi soal mindset. Guru itu hebat, hanya saja sering kali tidak menyadari potensi besar yang dimiliki,” ucapnya.
Ia mencontohkan, guru dapat membuka kursus membaca, menulis, dan berhitung (calistung) atau kursus bahasa Inggris secara profesional di luar jam mengajar. Dengan pengelolaan yang tepat, peluang tersebut dinilai mampu memberikan tambahan penghasilan yang signifikan.
“Kalau memahami ilmunya dan dikelola dengan baik, hasilnya bisa besar, Kuncina dimulai dari merubah mindset, penguatan keterampilan dan jejaring, dengan demikian para guru mampu berdaya secara mandiri. perubahan pola pikir akan berdampak langsung pada perubahan perilaku dan peningkatan kesejahteraan”ujarnya.
Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Klaten melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Agus Susanto mengapresiasi seminar ini, untuk meningkatkan perannya, para guru tidak cukup hanya sebatas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menjadi inspirator dan motivator bagi peserta didik.
“Kegiatan ini sangat relevan untuk para guru dalam memberikan energy semangat terhadap peningkatan kapabilitas, kompetensi dalam mengajar menjadikan anak didik cerdas, berkarakter “,pungkasnya. (ardi)













