Klaten – Sekitar limaratusan warga di Dukuh Tugurejo Desa Wiro Kecamatan Bayat mulai merasakan kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari hari/minimnya bak penampungan air menjadi kendala untuk menampung bantuan air bersih yang mulai berdatangan.
Hal ini disampaikan Ketua RW II Dukuh Tugurejo, Sumadi saat menerima bantuan air bersih dari anggota DPRD Jawa Tengah dari Daerah Pemilihan 7, Kadarwati bersama Pengurus PSHT Ranting Trucuk Cabang Klaten Pusat Madiun pada Selasa (13/10/2026),siang.
“Sejak dua bulan ini warga kami mengalami musibah alam berupa krisis air bersih,sejauh ini bantuan air bersih mulai berdatangan hanya saja karena bak penampungan terbatas maka penerimaan pasokan air bersih hanya sebatas jumlah bak penampungan saja”katanya.
Menuurtnya warga menginginkan penanganan bencana kekeringan tidak hanya bersifat temporal seperti drooping air bersih saja , hal yang bersifat jangka Panjang juga sangat dibutuhkan warga seperti penambahana bak penampungan air dan sumur dalam karena yang masih dapat dipakai baru dua sumur tanah.
Anggota DPRD Jateng Dapil 7 Fraksi PDI Perjuangan , Kadarwati menerima curhatan warga terdampak kekeringan sebagai bagian dari rasa empati dan semangat estafet gotong royong dalam menghadapi dampak musim kemarau.
“Masukan warga kami terima dan akan kami perjuangkan sesuai dengan kemmapuan anggaran baik di Pemprov maupun APBD Klaten, hal ini sudah menjadi tanggung jawab saya selaku wakil di DPRD Jateng untuk melakukan serap aspirasi dan menyampaikan ke Pemerintah”,ucapnya.
Pada pelaksanaan bakti sosial drooping air bersih ini Kadarwati bersama PSHT Ranting Trucuk Cabang Klaten Madiun Pusat menyalurkan empat tangki air bersih untuk kecamatan bayat dan cawas. Bantuan ini diharapkan meringankan beebna masyraakat terdampak krisis air bersih apad puncak musiam kemarau tahun ini. (Nur)













